FB Krisis! Ternyata Ini Penyebabnya




Jebrettt.com, Amerika Serikat - Skandal kebocoran data yang menimpa sekitar 50 juta pengguna Facebook makin berakibat runyam pada sang pendiri dan CEO, Mark Zuckerberg. Kekayaannya anjlok drastis seiring menurunnya harga saham Facebook.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, harta Zuck sudah terpangkas sekitar USD 9,1 miliar atau di kisaran Rp 123 triliun dalam 48 jam saja.

Suami Priscilla Chan itu, yang memiliki 400 juta saham Facebook, menurun kekayaannya dari USD 75 miliar menjadi USD 66 miliar. Posisinya pun turun dari awalnya manusia terkaya nomor 4 di dunia.

Sejauh ini, Zuck belum mengeluarkan komentar apa-apa terhadap kasus besar yang menimbulkan krisis Facebook. Seperti diberitakan sebelumnya, terkuak kalau data sekitar 50 juta pengguna Facebook diangkut oleh perusahaan bernama Cambridge Analytica untuk memenangkan kampanye Donald Trump. 

Cambridge Analytica adalah perusahaan yang menjalankan operasi pengolahan data untuk kampanye Donald Trump pada Pilpres AS 2016. Mereka mendapat banyak pujian karena sukses mengarahkan kampanye Trump pada pemilihnya secara efektif, lebih efektif ketimbang pesaingnya yaitu Hillary Clinton.

Namun belakangan terkuak kalau perusahaan itu mungkin melakukan kecurangan dalam informasi yang dibocorkan whistleblower bernama Robert Mercer, mantan pegawai Cambridge Analytica. Ia mengatakan data jutaan individual pemakai Facebook dikoleksi melalui aplikasi thisisyourdigitalife, buatan akademisi Cambridge University bernama Aleksandr Kogan. 

Melalui perusahaannya bernama Global Science Research berkolaborasi dengan Cambridge Analytica, pada awalnya ratusan ribu user dibayar untuk melakukan tes kepribadian di Facebook dan setuju data mereka dikumpulkan untuk kepentingan akademis.

Namun aplikasi itu ternyata juga mengambil data teman-teman Facebook peserta tes, sehingga akumulasinya mencapai puluhan juta data. Kemudian ternyata juga, tujuannya bukan untuk akademis. 

Mereka membuat sistem yang bisa mengenali profil individual pemilih capres AS, dalam rangka memberikan mereka iklan politik yang sesuai.

Sumber