10 Potret Mirisnya Kehidupan Kos di Hongkong, Toilet dan Dapur Harus Jadi Satu

ILOVEBB - Masalah kepadatan di Hongkong, mungkin sudah jadi rahasia umum dunia. Bagaimana tidak, lantaran jumlah warga yang membludak tak sebanding dengan tanah yang dapat ditinggali. Alhasil banyak orang yang tinggal di tempat seadanya, bahkan lebih sempit dari penjara. Menggunakan rumah susun pun tak menyelesaikan masalah, selain sewa mahal juga penuh semua.
Melihat keadaan itu, salah satu fotografer sempat mengabadikannya dalam bentuk foto. Ya, dirinya terfokus bagaimana keadaan warga ini yang bahkan toilet dan tempat makan serta dapur pun jadi satu. Mau bagaimana lagi, hanya itu yang bisa mereka lakukan. Yuk mengintip lebih lanjut keadaan di sana.

Sewa mahal dan tak ada lahan membuat mereka harus hidup seperti ini



Kerasnya hidup di sana [sumber gambar]

Tak ada bedanya antara toilet dan dapur, karena semua jadi satu di sana



Toilet dan dapur [sumber gambar]

Kehidupan yang tidak sehat membuat penyakit bisa datang kapan saja



Penyakit biasa datang kapan saja [sumber gambar]

Mau bagaimana lagi hanya hidup penuh sesak yang jadi pilihannya



Hidup penuh sesak [sumber gambar]

Bukannya pemerintah diam, namun ini memang persoalan tak ada ujung



Usaha telah maksimal dalam membantu [sumber gambar]

Alhasil dengan memanfaatkan lahan seadanya, semua barang ditumpuk jadi satu



Semua barang ditumpuk [sumber gambar]

Jadi jangan kaget hampir tak ada lagi antara ruang satu dan lainnya, semua ditumpuk



Keadaan kos atau rumah tak beraturan [sumber gambar]

Dengan pendapatan seadanya, mereka akan berusaha terus bertahan



Mencoba terus bertahan [sumber gambar]

Beruntung mereka yang punya uang lebih, ada tempat layak untuk dihuni



Beruntung yang punya yang lebih [sumber gambar]

Sedangkan yang tak punya uang, yang hidup seperti ini



Yang tak punya yang miris [sumber gambar]
Melihat kehidupan kos sebagian orang di Hongkong ini tentu bikin kita sadar. Di Indonesia bahkan orang yang mengaku miskin pun masih banyak yang punya rumah layak serta kendaraan bermotor. Tentu sangat berbeda dengan mereka yang toilet, tempat makan dan dapur dijadikan satu. Mungkin kita masih perlu lagi banyak berucap syukur.

Artikel Asli