Hati-Hati, Cacing yang Ada di Makarel Juga Bisa Muncul di Sushi



Heboh Cacing di Ikan Makarel Kaleng, Hati-Hati Juga bagi Pencinta Sushi
Kasus ditemukannya cacing dalam produk ikan makarel kemasan telah menghebohkan masyarakat.
Jebrettt.com, Jakarta - KASUS ditemukannya cacing dalam produk ikan makarel kemasan telah menghebohkan masyarakat. Terlebih Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah merilis 27 produk yang mengandung cacing, dimana 11 diantaranya berasal dari Indonesia dan cukup sering dikonsumsi masyarakat. Hal ini tentu membuat masyarakat resah dan khawatir.
Cacing yang ditemukan pada produk ikan makarel kalengan dikenal dengan nama cacing anisakis. Cacing ini apabila tertelan oleh manusia dalam keadaan hidup dapat menempel di dalam lambung atau usus halus. Akibatnya dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti rasa nyeri di perut, mual, muntah, kembung, diare berdarah, dan demam. Selain itu, cacing tersebut juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada tubuh yang berakibat fatal.
Akan tetapi, menurut penuturan dokter spesialis penyakit dalam sekaligus ahli pencernaan, Dr. dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, cacing anisakis tidak bisa berkembang biak di tubuh manusia, karena sejatinya siklus hidup cacing tersebut ada di dalam tubuh ikan. Namun memang bila cacing tersebut masuk ke tubuh manusia bisa bertambah besar.
"Sejauh ini sebagai dokter penyakit dalam yang melakukan endoskopi, saya tidak pernah menemukan secara langsung cacing anisakis di saluran pencernaan pasien. Tapi saya pernah mendapatkan berbagai cacing lain, seperti cacing gelang (askaris), cacing cambuk (trikuris), atau cacing pita (taenia) yang didapat melalui pemeriksaan endoskopi," ungkapnya melalui informasi pesan singkat yang diterima Okezone baru-baru ini.
Dr Ari menambahkan bila cacing anisakis sering ditemukan pada raw fish atau raw see food. Kasus adanya cacing tersebut sering ditemukan pada masyarakat Jepang yang menyukai sashimi atau sushi. "Seiring dengan mulai banyaknya restoran Jepang di Indonesia yang menyediakan sushi atau sashimi, maka peningkatan jumlah kasus ini pada masyarakat Indonesia perlu diwaspadai. Seperti yang terjadi di masyarakat Amerika, jumlah kasus infeksi anisakis ini sudah mulai rutin dijumpai," tambahnya.
Lebih lanjut dr Ari berpendapat jika seharusnya kasus cacing pada produk ikan makarel kemasan tidak terjadi. "Saya sangat setuju bahwa BPOM langsung bertindak atas produk-produk yang tercemar tersebut," ujarnya. Walau begitu, cacing sebenarnya akan mati jika ikan dimasak sampai matang dan produk disimpan dalam suhu -20 derajat celcius," jelasnya.
"Apapun kita tetap harus tetap mewaspadai dan berhati-hati akan keberadaan cacing tersebut jika mencemari makanan yang akan kita konsumsi. Terutama jika akan dikonsumsi secara mentah," pungkas dr Ari.
Artikel Asli