Menyentuh! Bocah Kelas 1 SD Tempuh 40 Km Per Hari ke Sekolah, Awas Nangis




Kisah tentang bocah kelas 1 SD bernama Alpin yang tinggal di Parung Panjang dan bersekolah di Tanah Abang, Jakarta viral di media sosial pada awal April ini. [Facebook/Luciana Anggraini]

Jebrettt.com, Jakarta - Sebuah kisah mengharukan dibagikan pengguna Facebook bernama Caroline Ferry dan Luciana Anggraini tentang seorang bocah kelas 1 SD bernama Alpin yang setiap hari harus menempuh 40 kilometer untuk mencapai sekolahnya di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Alpin kabarnya tinggal di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Setiap pagi ia harus naik kereta api KRL dari rumahnya ke sekolahnya yang terletak dekat Thamrin City, Tanah Abang. Demikian pun ketika pulang, rute sebaliknya harus dia tempuh.
Hebatnya lagi, ia harus berjalan kaki dari stasiun kereta ke sekolahnya setiap pagi. Rute sebaliknya kembali dia susuri dengan berjalan kaki pada siang harinya.
"Gue sempat tanya, memang enggak dijemput Bapak? Katanya, bapaknya kerja proyek dan jarang pulang sedangkan emaknya lagi sakit," tulis Caroline pada 4 April lalu.\
Kisah yang awalnya dituturkan Caroline di akun Facebooknya itu, memantik rasa penasaran sejumlah warganet. Banyak yang bertanya, mengapa Alpin harus menempuh perjalanan sejauh itu untuk bersekolah. Mengapa tak bersekolah di Parung Panjang saja?
Jawaban muncul dari postingan Luciana pada 6 April. Ia menulis bahwa seorang rekannya telah bertemu kembali dengan Alpin untuk mengenal lebih jauh bocah itu.
"Hari ini teman saya mencoba mencari tahu tentang adik Alpin ini dari Stasiun Tanah Abang sampai rumah kediaman adik Alpin. Adik ini bersekolah di SDN Kebon Kacang 02 Petang kelas 1 SD dan tinggal di Griya Bakung Raya 3, Parung Panjang." tulis Luciana.
Ia pun menambahkan bahwa Alpin adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Kakak tertuanya sudah bekerja sementara yang bungsu masih berumur 6 bulan.

Keluarganya pun sebenarnya tidak memiliki rumah sendiri, melainkan menumpang di rumah kakak ibunya dan membangun sebuah kamar dengan menggunakan triplek tepat di depan rumah tersebut.
Luciana menerangkan bahwa Alpin berangkat dari rumah menuju Stasiun Parung Panjang pada jam 9 pagi karena jam masuk sekolahnya baru akan dimulai pada jam 1 siang. Tetapi ia masih harus berjalan kaki untuk menuju ke stasiun dan setelah sampai di Tanah Abang pun ia harus berjalan kaki lagi untuk menuju sekolahnya.
Alpin tidak pernah membawa uang jajan ataupun bekal makanan. Yang ia kantongi hanyalah uang untuk ongkos naik keretanya. Jika ia diberi uang oleh orang lain, Alpin selalu memberikannya ke ibunya untuk dibelikan beras.
Tak hanya itu, Luciana pun mengunggah beberapa foto Alpin dan sebuah video.

Kisahnya yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 2.400 kali ini menuai banyak komentar dari netizen.
"Kapan ya, bisa ketemu si adek? Biar bisa sedikit berbagi," tulis Hanna Elvira
"Kayaknya pernah liat waktu turun di Stasiun Tanah Abang. Di pikiran saya, ini anak hilang kali ya. Naik turun dari kereta sendirian sampai naik tangga pun sendirian juga," ungkap Amelia Amel.
"Ah jadi malu sama diri sendiri. Tetap semangat dek, semoga menjadi generasi penerus bangsa yang baik," tambah Idris.